Posts

#1 Sakramen Baptis: Awal Hidup Baru

Image
Baptis mungkin satu-satunya sakramen yang kita terima tanpa kita sadari sepenuhnya, apalagi buat kita yang sudah dibaptis sejak bayi. Orangtua kita (mewakili kita) mengakukan iman di hadapan Tuhan dan Gereja. Karena alasan ini, kita jadi tidak memahami dan menghayati arti pembaptisan kita. Lantas apa yang harus kita pahami tentang pembaptisan kita? Seberapakah kita harus peduli akan itu? Fortisfides berusaha membantu memahami sakramen pembaptisan agar kita dapat mengetahui kisah 'lahir baru' rohani kita. Bersyukurlah bagi kalian yang baptis dewasa, karena dengan kesadaran diri kalian telah memilih untuk menjadi anggota Gereja. Bagi kita yang baptis sejak bayi, kita patut lebih berbangga karena orangtua dan wali baptis kita menyatukan kita dengan persekutuan Gereja sejak kita kecil! Baptis berasal dari bahasa Yunani, baptizein , yang berarti menenggelamkan diri atau mencuci diri . Maka nampaklah jelas bahwa Sakramen Baptis adalah pembersihan diri dari dosa awal manu...

Sakramen: Tanda Nyata Misteri Kristus

Image
Berbicara tentang Gereja Katolik, cukup menarik untuk mengetahui lebih dalam 7 Sakramen yang ada di dalamnya. Bagaimana tidak, sakramen sudah menyatu dengan segala aktivitas iman kita. Meskipun melekat dalam berbagai kegiatan menggereja kita, tetapi banyak umat Katolik yang tidak memahami apa itu Sakramen, apa maknanya, apa tujuannya, dan mengapa kamu menerimanya. Apakah kamu salah satunya? Mari belajar bersama agar kita tidak hanya menjadi Katolik e-KTP :) Apa itu Sakramen? Sakramen berasal dari Bahasa Yunani 'mysterion'  yang kemudian dijabarkan ke dalam Bahasa Latin 'mysterium'  dan 'sacramentum' . Keduanya saling berkaitan. Sacramentum  mengandung arti tanda yang kelihatan dari keselamatan yang tak kelihatan ( mysterium ). Sakramen merupakan tanda (yang terlihat) dari misteri Kristus  (yang tak terlihat)  yang bekerja di dalam Gereja-Nya oleh kuasa Roh Kudus (KGK 774).  Gereja sendiri adalah "Sakramen Keselamatan" yang menjadi tanda rahmat A...

Masih Zaman Hidup Murni?

Image
Pergaulan bebas sangat dekat dengan kehidupan anak muda zaman ini. Apalagi ketertarikan dengan lawan jenis bahkan sudah dialami oleh anak usia dini. Tidak adanya batasan dalam berpacaran membuat pergaulan dan seks bebas bukan lagi hal yang tabuh. Seorang gadis menginap di kamar kos sang kekasih dan tingginya angka hubungan seks di luar pernikahan adalah beberapa contoh menjaga kemurnian diri dan jiwa bukan lagi hal yang mutlak. Laki-laki sering 'meminta jatah' kepada pacarnya dengan alasan luapan cinta. Perempuan sering memberikan keperawanannya (kemurnian) karena takut diputus dan sudah terlanjur sayang. Meskipun tidak seharusnya demikian, tapi 'atas nama cinta', segalanya akan dilakukan, termasuk hidup dalam ketidakmurnian. "Masih pentingkah keperjakaan dan keperawanan?" atau "yang penting kan sama-sama enak?" Keprihatinan Gereja akan situasi yang terjadi mendorong Gereja membimbing para orang muda supaya memiliki hubungan pacaran yang sehat dan...

Pacaran Beda Agama: Seindah Itukah?

Image
Kita harus berbangga hidup di negeri yang kaya akan budaya dan keyakinan. Hidup berdampingan dengan sikap toleransi yang tinggi adalah pandangan ideal yang harus kita lakukan. Namun bagaimana jika toleransi itu sampai pada kehidupan pribadi kita? Tidak bisa dipungkiri relasi pacaran dengan pribadi dari keyakinan yang lain sudah sangat lazim terjadi. Bagaimana Gereja menyikapi hal ini? Apakah kita boleh berpacaran dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita? Tidak ada ketentuan dan hukum yang mengikat untuk memiliki pasangan yang se-agama. Hal memilih pasangan hidup adalah kebebasan semua orang. Gereja tidak dapat melarang umatnya memilih pasangan hidup seturut pilihannya sendiri. Namun Gereja sebagai ‘ibu’ bagi umat beriman, memiliki hak memberikan ajaran dan nasihat kepada umatnya. Nasihat yang sesuai dengan kondisi ini adalah pernikahan dengan pasangan yang tidak seiman bukanlah hal yang mudah, bahkan cukup beresiko terhadap pertumbuhan iman ke depannya. Den...

Pacaran? Ini Pandangan Gereja

Image
Pacaran? Siapa yang tidak tahu dengan kata itu? Pacaran sudah menjadi hal yang lazim dalam kehidupan anak zaman ini. Bukan hanya anak usia remaja, anak yang duduk di bangku SD pun sudah mengenal ketertarikan dengan lawan jenis. Pacaran harus didasari oleh alasan yang jelas, karena pada umumnya pacaran adalah satu jenjang sebelum menuju ke pernikahan. Menjalin hubungan tanpa dasar yang jelas akan menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan tersebut. Masalah yang banyak muncul di dunia "pacaran" anak zaman sekarang adalah pergaulan bebas. Tahukah kamu, survei Komisi Perlindungan Anak pada 2010 terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia, ditemukan 93% remaja pernah berciuman, 62,7% pernah berhubungan badan, dan 21% remaja telah melakukan aborsi. Inikah pacaran yang seharusnya? Bagaimana pandangan Gereja mengenai pacaran yang sehat? Apa itu pacaran? Pacaran memang memberikan rasa yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Rasa itu timbul seiringnya kematangan ho...

Mengapa Ratu Surga?

Image
Selamat Paskah everyone !! Sudah lama tidak menulis dalam blog ini karena kesibukan lainnya. Minggu depan kita sudah memasuki Minggu Pertama dalam Masa Paskah. Salah satu hal yang menarik pada masa paskah adalah mendoakan Doa Ratu Surga menggantikan Doa Malaikat Tuhan. Tahukah kalian mengapa mendoakan Doa Ratu Surga selama masa paskah? Apa kaitan kebangkitan Tuhan dengan gelar Maria sebagai Ratu Surga? Simak ulasan berikut dan mari belajar bersama :) # 1 Perubahan doa dilakukan karena kesesuaian tema. Doa Malaikat Tuhan mengandung misteri inkarnasi (Sabda menjadi manusia), sedangkan Doa Ratu Surga mengandung misteri paskah (Ia yang kau kandung telah bangkit seperti disabdakan-Nya). Doa Ratu Surga melanjutkan sukacita dan kegembiraan kebangkitan. Doa ini juga mengungkapkan permohonan kepada Bapa, agar bersama Maria, kita dimampukan untuk menikmati sukacita dan kegembiraan kebangkitan Yesus Kristus. # 2 Penggantian Doa Malaikat Tuhan dengan Doa Ratu Surga sudah ter...

Minggu Palma: Apakah Harus Daun Palma?

Image
Hello fellas! Empat minggu sudah kita menjalani masa pantang dan puasa. Minggu depan kita akan merayakan Minggu Palma, awal kisah sengsara Tuhan kita. Hal yang unik dari perayaan Minggu Palma adalah icon  daun palem. Setiap umat membawa daun palem dari rumah yang nantinya akan diberkati dan digunakan dalam perarakan, sama seperti ketika orang banyak menyambut kedatangan Yesus di kota Yerusalem. Lantas mengapa kita membawa daun palem? Apa boleh menggunakan daun lain seperti daun pisang atau dedaunan yang lain? Yuk kita belajar bersama! Jika membaca kisah kedatangan Yesus ke Yerusalem versi Injil, kita bisa menemukan beberapa cara penyambutan orang banyak itu. Injil Matius dan Markus menceritakan penyambutan dengan menghamparkan pakaian mereka, dedaunan, dan ranting-ranting pohon ke jalan yang dilalui Yesus (Mat 21:8; Mrk 11:8). Tidak disebutkan apakah daun dan ranting yang digunakan adalah daun palem. Bahkan dedaunan yang dibawa orang banyak itu disebar di jalan, bukan dipe...